Langsung ke konten utama
Kisah Inspiratif 
Goresan Tinta Pengabdian salah satu penulis Buku Antologi
Sepenggal Kisah Pengabdian
Oleh
Septian Wiranata

" ketika melihat murid murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya.Namun hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga ". 





Jenis buku memoar yang menyajikan cerita kisah inspiratif Sepenggal Kisah Pengabdian ini merupakan catatan peristiwa penting penulis buku antologi sesuai dengan subjudul Kumpulan Kisah Inspiratif Para Penggerak Pendidikan di kabupaten Musi Rawas. Penulis merupakan relawanan yang pernah  berkolaborasi bersama Pengajar Muda IM juga di antaranya berasal dari intansi pemerintah juga ikut menyumbangkan tulisan  dalam buku Antologi Sepenggal kisah Pengabdian ini. 
Di akhir Cover belakang buku ini ada beberapa tokoh yang berpengaruh di kabupaten Musi Rawas memberikan kata kata tentang buku Sepenggal Kisah Pengabdian. Mereka adalah Hj Ratna Machmud, M.M Bupati Musi Rawas, Letkol. Inf. Erwinsyah, S.H, M. Si. Komandan Kodim 0506 MLM, Azandri, S. IP. Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas dan bapak Irwan Ependi, S. Pd. M.Pd yang dulu menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas. Tulisan kali ini, kasef sedkit mengulas tulisan ka sef sendiri dalam buku Antologi Nubar PM IM dan PP Muraling.  


Yuk kita mulai ! Hehe 

Awal mula bagaimana bergabung bersama teman teman Pengajar Muda IM dan terbentuk Komunitas Pemuda Penggerak Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau. Ketika itu sebut saha Iqbal, tapi bukan iqbal coboy Junior ya ! hehe 
Dengan berbincang bersama salah satu teman relawan Pengajar Muda IM ketika itu di muara beliti dihajatan di rumah milik pakde gun akhirnya singkat cerita akhirnya ka sef tertarik dan bergabung bersama mereka yang datang dari berbagai provinsi yang ada di indonesai dan ditugaskan di daerah 3T yang ada di beberapa kecamatan di Musi Rawas seperti dusun panglero, harapan makmur, pian raya, mukti karya, kembang tanjung dan terakhir dusun sri pengantin. 
Luar biasanya orang orang yang tergabung memiliki ide gagasan program yang sangat bermanfaat dan berkolaborasi dengan stakeholders baik mahasiswa sampai profesional yang menekuni bidang pekerjaannya masing-masing. Seperti kegiatan Kelas Insprasi, Ngelong dan Literasi juga keterlibatan kegiatan pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas Pendidikan dan PGRI Kabupaten Musi Rawas. 
Beberapa tahun sudah terlewati banyak suka duka, cerita menarik dan inspiratif yang tersaji diantara kisah kisah itu diantaranya terdapat dalam buku sepenggal kisah pengabdian. Dalam buku antologi ini, ka sef bercerita pengalaman selama menjadi pendidik menceritakan bagaimana bisa menjadi guru yang terinspirasi dari ayah juga seorang guru kepala sekolah di SD Negeri Bumi Rejo Kecamatan jayaloka yang sudah berpuluh tahun. Tentu sebagai daerah 3T waktu itu akses medan yang dilalui juga sulit dan cukup jauh jika ditempuh dari Pasar Muara Beliti tempat tinggal kami sekeluarga. Bagi saya beliau adalah sosok pekerja keras bagi dan bertanggung jawab bagi kelaurganya meski sehari hari harus berangkat ke daerah 3T ketika itu, ayah adalah orang yang mengajarkan arti kejujuran dan bertanggung jawab akan sebuah amanah. 
Kasef menyelesaikan sekolah di SMA Negeri 2 Muara Beliti melanjutkan belajar di Universitas Islam Riau Pekan baru dan menyelesaikannya selama 4 tahun, kembali ke tanah kelahiran melanjutkan pekerjaan sebagai guru honor dari tahun 2018 da lulus tes sebagai ASN guru ditahun 2021 bertugas di SD Negeri 1 Muara Beliti. Ini merupakan kesempatan bagi ka sef dalam mengabdikan diri meneruskan profesi ayahanda dulu. 

Teman teman pembaca, 
Peserta didik bukanlah sebuah objek namun individu yang memiliki warnanya masing-masing.berbekal pengalaman dan keahlian yang dimiliki saya menghadapi berbagai macam karater murid, tentu sebagai guru muda masih membutuhkan metode dan wawasan profesionalisme sebagai guru. Dengan mengenali kebutuhan belajar seperti apa dan potensi apa yang ada pada murid yang saya temui dilapangan justru membuat saya ingin lebih banyak tahu dan belajar mengenal mereka dengan baik yang justru ini menjadi keunikan tersendiri. 
Singkat cerita bersama Kepala Sekolah kuta berdiskusi bersama bagaimana mewujudkan kegiatan yang diminati murid di sekolah untuk difasilitasi, akhirnya yang cukup banyak program Ekstrakurikuler seperti Pramuka, Rohis, Marching band, Pocil dan ketika itu saya ditunjuk langsung memegang ekstrakurikuler yang banyak ini. Tentu selayaknya manusia semangat itu  tidak selalu tersaji ada letih yang tidak bisa dihindari, yang ku tahu semua kulakukan untuk mewujudkan cita cita dan harapan mereka.
Selang beberapa hari saya masuk ke kelas kelas untuk mengumumkan kabar baik ini kepada murid SD Negeri 1 Muara Beliti, ternyata mereka sangat antusia untuk mengikuti kegiatan kegiatan yang sudah lama mereka nanti di sekolah. singkat cerita, ternyata program yang kita laksanakan di sekolah membawaka hasil yang luar biasa, murid bahkan memilki prestasi mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat provinsi.  
Ini menandakan bahwa sebagai pendidikan kita tidak boleh bersikap pesimis dan menanamkan optimis terhadap peserta didik dengan berkolaborasi bersama dan memfasilitasi mereka dengan cara belajar yang baik meski dengan karakter yang berbeda beda ditemui dilapangan terkadang menimbulkan rasa jengkel. 
Akhirnya, Guru ibarat lilin yang membakar habis dirinya untuk menerangi sekitar, dengan pengalaman saya ini tentu kas sef berpesan kitalah jembatan harapan bagi mereka untuk menemukan  jati diri harapan dan cita cita mereka kelak. Tentu bukanlah hal yang mudah namun percayalah apapun yang kita lakukan sejauh ini adalah sebuah usaha yang tidak terlupakan bagi mereka yang merasakan dampak dari ilmu yang dipelajari berkat bimbingan yang didapatkan di sekolah bersama guru yang pernah mendidiknya. 
Ka sef pernah membaca sebuah tulisan yang begitu bermakna " ketika melihat murid murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya.Namun hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga ". 
Guru tidak hanya cukup untuk mengajar di kelas karena murid memerlukan peran penting kita dalam memberikan motivasi juga sebagai sahabat spiritual bagi mereka. tidak jarang kita menemukan perubahan sikap dan semangat belajar yang terjadi peserta didik yang dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal dan pengaruh yang memang datang dari lingkungan belajarnya di sekolah. Terkadang mereka sudah membawa permasalahan dari rumahnya sering kali anak tersebut justru terlihat murung atau bahkan suka menganggu temannya di kelas. Hanya kepedulianlah dan kesabaran lah yang membuat kita mulia sebagai pendidik. Peduli yang bagaimana ? ya, peduli yang sebenarnya peduli tanpa ada kepentingan tersendiri dibalik itu. 

Akhir kata dari tulisan ka sef ini 
" Jangan pernah membungkus kata " kepedulian " dengan memanfaatkannya demi kepentingan tujuan pribadi kita, berat sama dipikul ringan sama dinjinjing " mari melakukan perubahan dari  hal terkecil untuk memberikan dampak perubahan yang besar~Septian Wiranata

Terima kasih semuanya 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

 Halo, sahabat ka sef 😉  kasef mau memulai tulisan ini dengan sebuah kalimat inspiratif " Tidaklah jendral Tsun Zie berani turun kemedan perang jika tidak mengenali musuh  dan medan yang akan ia hadapi "  Tidaklah ada sebuah kesuksesan tanpa melalu sebuah proses yang panjang dan mengenali  musuh yang akan dihadapi International Kanggaroo Mathematics Contest ( IKMC ), sebuah kompetisi matematika internasional yang diselenggarakan setiap tahun, diikuti oleh siswa sekolah dasar dan menegah dari berbagai negara di seluruh dunia. Pada tahun 2025 ini, SD Negeri 1 mewakili ajang perlombaan bergensi International Kanggaroo Mathematics Contest ( IKMC ) mewakili Kabupaten Musi Rawas dan Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan pada hari kamis 17 April 2025 di sekolah masing masing peserta.Antusias dewan guru dan peserta didik yang mewakili Musi Rawas dalam ajang bergengsi ini, terlihat dari persiapan mulai dari bimbingan belajar dan fasilitas pendukung demi kenyama...
  Program P5 hadir SDN 1 Muara Beliti memberi bukti dengan Aksi   Sampah menjadi masalah serius serius di indonesia penyembab salah satunya membuang sampah sembarangan, tahukah sahabat pembaca kalau indonesia menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah tiongkok Hem.... d i beberapa tempat terlihat banyaknya tumpukan sampah plastik yang justru dibiarkan tanpa ada kesadaran dan seolah ini menjadi pemandangan biasa, baik dipusat perbelanjaan dan destinasi wisata yang menjadi minat kunjungan keramaian masyarakat banyak.  Lantas, apakah masalah sampah ini hanya kita biarkan begitu saja ? Apakah ini yang akan diwarisan untuk alam dan generasi masa depan ?   Sebagai penulis, ka sef ingin menyampaikan pentinganya menjaga lingkungan bersih begitupun sumber daya alam terjaga dan kehidupan yang berkelanjutan akan tercipta.   Dengan membiasakan diri dan menanamkan kepada anak anak kita akan pentingnya menjaga kebersihan ...
 Ikut Pramuka ? Hem, Apa si manfaat ikut pramuka ?  Yuk, lebih tahu apa itu Pramuka  Terdapat dokumentasi foto kegiatan dibawah  tulisan ini. Ada yang tahu ngak kepanjangan dari Pramuka ?  Ya, Praja Muda Karana Tepat Sekali ! Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yan berarti rakyat muda yang berkarya pramuka yang mana kegiatan ini adalah kegiatan non formal ya sahabat ka sef.Pramuka itu  bertujuan dalam pebentukan karakter, kepribadian dan keterampilan peserta didik dan sangat erat sekali dengan kegiatan alam terbuka haha  Pasti sangat seru sekali ya. Ka sef sebagai pembina pramuka dari Gugus depan SD Negeri 1 Muara Beliti berperan penting sebagai penggerak yang membentuk peserta didik untuk mencapai tujuan utama pramuka diantaranya menjadi manusia yang bermanfaat serta cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Ayo, ada yang hafal dasa darma pramuka yang keberapa Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia " ??  yang tahu, silahkan men...